Logo Desa
Desa Sanding Kecamatan Tampaksiring

Profil Desa

Informasi resmi mengenai lambang desa, sejarah, visi & misi, struktur pemerintahan, serta peta lokasi Desa Sanding.

Lambang Desa Sanding

LAMBANG DESA SANDING

Arti Lambang

Arti Umum

  1. Segi lima melambangkan Pancasila sebagai dasar Negara Republik Indonesia.
  2. Bintang warna kuning melambangkan Ketuhanan Yang Maha Esa.
  3. Padi kapas melambangkan kesuburan untuk masyarakat sejahtera.

Arti Khusus

  1. Tujuh buah mangga.
  2. Padmasana (Pura Catur Bhuana): pusat menanamkan keyakinan kerukunan beragama.
  3. Daun kapas 10 helai melambangkan tanggal.
  4. Bunga kapas 11 melambangkan bulan.
  5. Padi 19 buah, akar mangga 6, padma tingkat 3 melambangkan tahun.
  6. “Sapta Bhuana Eka Cipta”: Desa Sanding didukung 7 Banjar, satu kesatuan pemikiran & pelaksanaan.

Sejarah Desa

Ringkasan:

Pada jaman prasejarah, Desa Sanding sudah dihuni oleh penduduk prasejarah, dengan terdapatnya bukti peninggalan sarfopagus di banjar padangsigi, Desa Sanding namun ketika itu, nama Desanya belum bernaman Desa sanding ...

Selengkapnya

Pada jaman bali kuno antara tahun 800 M sampai tahun 1343 M tercatat pemerintah kerajaan Bali Kuno dari dinasti Warmadewa, bertempat di Pejeng dan Bedahulu.

Tahun 1335 M yang menjadi pemangku di besakih adalah Sang Kul Putih yang mempunyai seorang putra angkat yang bernama Bang Gotra yang kemudian dikawinkan dengan Ni Luh Sekar Kemuda ( Putri Dukuh Jati Tuhu ) dari Surga. Bang Gotra kemudian didiksa menjadi Bujangga Rudita. Dari perkawinannya itu Bujangga Rudita menurunkan Putra bernama bang Maya.

Sementara itu yang bertahta di Bedaulu dari tahun 1324-1341 M adalah raja Sri Asta Asura Ratna Bumi Banten alias Sri Gajah Waktra.Beliau dikalahkan oleh raja Majapahit yang mengirim pasukan dibawah pimpinan Gajah Mada ke Baliaga. Raja Majapahit kemudian mengutus Adipati yang bergelar Sri Aji Dalem Ketut Kresna Kepakisan, Bujangga Mustika, yang disertai Bujangga Madura dan para mantra/ patih Samprangan/ samplangan Gianyar dan mempunyai putra empat orang, yang tertua bernama I Dewa Samplangan yang kemudian diangkat sebagai raja ( Mabiseka ) dengan gelar Sri Aji Dalem Samplangan alias Dalem Hile. Putra nomor dua bernama I Dewa Tarukan berpuri di Tarukan, Nomor Tiga Dewa Ayu Swabawa di Samplangan.Putra keempat Dewa Ketut Ngulesir kemudian dinobatkan menjadi Raja di Gelgel menggantikan Dalam Samplangan dan bergelar Sri Dalem Ketut Semara Kepakisan alias Dalem Ketut Ngulesir berpuri di Gelgel Klungkung.

Pada jaman Pemerintahan Samplangan, suasana Baliaga belum stabil sehingga terjadilah beberapa kali pemberontakan oleh masyarakat baliaga. Puri Tarukan juga mendapat perlindungan dari serangan Masyarakat Baliaga, untuk itu maka Putra Arya Getas dikirim ke wilayah Poh Tegeh ( Mangga Yang Tinggi ) untuk menjadi banteng Pertahankan bagi dalem Tarukan, yang sekaligus untuk menjaga penyiwian jagat ( Pura Tirta Empul, Pura Gunung Kawi, Pura Mengening dan Pura Peguliangan ). Di wilayah Poh Tegeh keadaannya maih rimbun/hutan, disana terdapat pohon mangga yang tinggi yang dalam istilah Bali disebut Poh Tegeh. Putra Arya Getas tersebut di percaya untuk memimpin masyarakat dan beliau diberi nama Kyai Lurah Poh Tegeh Bersama Ida Pedanda, kemudian Kyai Lurah Poh Tegeh sempat membangun tempat suci berupa Padmasana di perempatan jalan. Bangunan padmasana tersebut dibelakang hari disebut Pura Catur Bhuwana

Latar Belakang Desa

Ringkasan:

Dalam rangka pencapian tujuan pembangunan diperlukan berbagai upaya dengan melibatkan peran serta masyarakat yang optimal demi terwujudnya masyarakat yang sejahtera yang mandiri.Semakin tinggi tingkat kemandirian masyarakat semakin tinggi pula daya tahannya menghadapi berbagai tantangan dan gejolak. ...

Selengkapnya

Kemandirian masyarakat memungkinkan mampu membangun dirinya serta menentukan pioritas kebutuhannya atas dasar potensi yang mereka miliki. Masyarakat yang semakin mandiri akan semakain mampu menyelesaikan persoalan-persoalan yang dihadapi sehingga tidak membebani pemerintah. Dalam melaksanakan pembangunan yang berkelanjutan, lestari dan berwawasan lingkungan yang menyentuh langsung hayat hidup masyarakat maka penerapan pembangunan partisifatif merupakan jawaban yang tepat untuk dilakukan.Pembangunan partisifasif melibatkan semaksimal mungkin persen serta masyarakat dan menggali potensi diri yang mereka miliki agar mampu mengembangkan kreativitas untuk memngambil prakarsa bagi kemajuan mereka sendiri sehingga memiliki daya tahan yang optimal didalam menghadapi lingkungan strategis yang terus berkembang.

Pembanguan yang dilaksanakan berbagai pihak semuanya akan bermuara di desa dan kelurahan. Karena pada dasarnya Negara ini terdiri dari kumpulan besar desa-desa dan kelurahan.oleh karena itu, Pemerintah desa menempati posisi yang strategis dan diharapkan mampu sebagai penggerak dan pelaku utamadalam melaksanakan pembangunan.Untuk mendukung keberhasilan pembangunan di Desa dengan pola partisifasif tersebut, perlu upaya penguatan kelembagaan, peningkatan motivasi dan swadaya gotong royong masyarakt di Desa serta memberikan perhatian pada aspek pemerdayaan masyarakat. Pemerdayaan masyarakat pada hakekatnya betujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat melalui pelaksanaan berbagi program dan kegiatan pembangunan, agar kondisi masyarakat dapat mencapai tingkat kemampuan yang diharapkan serta meningkatkan kemandirian masyarakat melalui pemberian wewenang serta proporsional dalam pengambilan keputusan di dalam proses membanguna diri dan lingkungnnya secara mandiri.

Untuk mengetahui pencapaian hasil kegiatan pembangunan dan karakter desa secara menyeluruh, maka perlu disusun Profil Desa. Profil Desa Sanding ini dibuat dengan perpedoman pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2007 tentang pedoman penyelenggaraan perlombaan Desa dan Kelurahan.

Data yang kami pergunakan untuk menyusun profil Desa ini adalah data-data dua tahun terakhir yakni tahun 2023 dan 2024 yang menyajikan keadaan dan tingkat perkembangn penduduk, pendidikan, kesehatan masyarakat, ekonomi masyarakat, keamanan dan ketertiban, partisipasi masyarakat, pemerintah, lembaga kemasyarakatan, pemerdayaan dan kesejahteraan keluarga serta potensi-potensi desa lainnya.

Visi Desa Sanding

"Bersama Membangun Desa Sanding Berlandaskan Tri Hita Karana" Bersama sama ikut mewujudkan pembangunan Desa yang berkeadilan, terbuka dan transparan tetap bertakwa kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, menjaga hubungan baik dengan sesama warga dan memelihara alam lingkungan.

Misi

Ringkasan misi Desa Sanding:

  1. Peningkatan layanan kesehatan masyarakat sepanjang siklus hidup.
  2. Pengembangan Desa Wisata (budaya, pertanian, lingkungan).
  3. Menjaga kebersihan lingkungan dan penanganan sampah terpadu.
  4. Penguatan pertanian/peternakan/perikanan untuk ketahanan pangan.
  5. Pengembangan seni dan olahraga sebagai ruang interaksi & kreativitas pemuda.
  6. Pemeliharaan sarana dan prasarana desa yang sudah ada.
  7. Pengadaan & peningkatan sarana prasarana (termasuk PAM Swakarsa Desa).
  8. Sinergi peningkatan jalan dan pembangunan konektivitas (jalan penghubung antar desa).
Baca Selengkapnya
A. Kesehatan Masyarakat

Teori siklus hidup manusia adalah dari dalam kandungan sampai lanjut usia mendapatkan pelayanan kesehatan.

Langkah-langkah yang dilakukan adalah:

  1. Posyandu balita, termasuk PAUD dan TK Desa tetap kita perhatikan.
  2. Posyandu lansia termasuk senam lansia berjalan sesuai dengan tahun sebelumnya.
  3. Posyandu Remaja, yang sempat tertunda akibat pandemi, dengan kegiatan:
    • Memeriksa kesehatan remaja
    • Memberikan penyuluhan kesehatan seputar remaja dan bahaya narkoba
    • Yoga remaja
  4. Kelas ibu hamil dan kelas ibu balita:
    • Memberikan penyuluhan kesehatan seputar kehamilan dan kesehatan balita
  5. Kunjungan rumah untuk lansia yang sakit tidak bisa beraktivitas:
    • Edukasi perawatan lansia
    • Semua program kesehatan ini berkoordinasi dengan Puskesmas
B. Mengembangkan Desa Wisata

Mengembangkan dan memperkenalkan potensi wisata desa meliputi:

  • Wisata budaya (upacara dari lahir, dll)
  • Wisata pertanian (dari tanam padi sampai panen, biyu kukung, dll)
  • Wisata lingkungan (panorama persawahan, perkebunan, tukad, air terjun)

Berkomunikasi dan bekerja sama dengan warga Sanding yang paham dunia pariwisata agar program pariwisata desa berjalan baik.

C. Menjaga Kebersihan Lingkungan
  1. Kebersihan lingkungan: kantor desa, lapangan umum, wantilan, dan semua lingkungan di Desa Sanding.
  2. Penanganan sampah (kerja sama pihak ketiga):
    • Bekerja sama dengan pihak ketiga sesuai regulasi dan syarat yang disepakati
    • Partisipasi masyarakat desa adalah hal paling penting
    • Harapan berjalan sesuai regulasi agar masalah sampah dapat terurai sedikit demi sedikit
D. Pengembangan Pertanian (Ketahanan Pangan)
  1. Berkoordinasi dengan organisasi petani di desa seperti:
    • Subak
    • Kelompok tani
    • Kelompok ternak dan ikan
    • Perorangan di bidang pertanian/peternakan
    Tujuannya mencari peluang, hambatan, dan solusi.
  2. Meminta bimbingan pihak terkait:
    • BPP di Tarukan
    • Dinas Pertanian Kabupaten/Provinsi
    • BPTP
    • Komunitas petani/peternak (contoh: KTBJ, Kopakub)
    Harapan: petani dan peternak mandiri serta mendukung ketahanan pangan.
E. Seni & Olahraga (Pemuda)
  1. Kegiatan olahraga voli dan tenis meja akan terus diperhatikan.
  2. Khusus voli akan dibina dan sewaktu-waktu didatangkan pelatih.
  3. Kegiatan seni anak muda:
    • Dibuatkan wadah di desa
    • Memunculkan ide kreatif untuk kemajuan seni Desa Sanding
F. Pemeliharaan Sarana dan Prasarana
  • Pemeliharaan dan peningkatan fasilitas olahraga milik desa.
  • Jalan desa / jalan lingkungan / jalan subak.
G. Pengadaan Sarana dan Prasarana
  • Melanjutkan pembangunan PAM Swakarsa Desa, pemeliharaan dan peningkatan sarana prasarana.
  • Memelihara dan meningkatkan sarana prasarana yang dimiliki oleh desa.
H. Sarana dan Prasarana Lainnya
  1. Peningkatan dan pemeliharaan jalan kabupaten melalui OPD Dinas terkait.
  2. Mengusulkan jalan desa/jalan lingkungan banjar naik status menjadi jalan kabupaten.
  3. Pembuatan jalan penghubung antar desa.

Struktur Organisasi Pemerintahan Desa

Struktur Organisasi Pemerintahan Desa Sanding
Klik untuk lihat penuh
× Struktur Organisasi Pemerintahan Desa Sanding

Peta Lokasi Desa

Batas Desa

Utara
Desa Tampaksiring
Timur
Desa Suwat
Selatan
Desa Pejeng Kaja
Barat
Desa Kendran
Jumlah Penduduk
3.250